Feature Diri Popy Hervi Putri

Nama saya Popy Hervi Putri, anak ke-2 dari 2 bersaudara. Saat ini saya tinggal di Bekasi bersama kedua orang tua saya karena kakak saya sudah menikah dan tinggal dengan istrinya di Jakarta Timur. Saya lahir pada bulan Juli 1994 di Jakarta Timur. Masa kecil saya habiskan di Bekasi dan Jakarta Timur. Meski tinggal di Bekasi, tapi saya menghabiskan masa SD-SMP di Jakarta. Berangkat dari rumah jam 5 pagi bukan hal yang asing lagi bagi saya dan hal itu saya lakukan sampai kuliah. Meskipun kuliah di Depok, saya tidak pernah nge kos. Saya memilih menggunakan kereta sebagai transportasi menuju ke kampus selama kuliah. Berangkat kuliah jam 5 pagi dan sampai rumah jam 8 malam sudah menjadi rutinitas saya selama kuliah. 
Masa kuliah bagi saya adalah masa-masa paling indah ketika saya menuntut ilmu. Di kampus saya aktif di berbagai kegiatan yang diadakan oleh jurusan maupun BEM. Di semester 2 selama enam bulan, saya pernah menjadi pendidik sosiologi untuk adik-adik kelas XII SMA yang kurang mampu. Saat itulah saya baru saya sadar kalo saya sangat amat mencintai dunia pendidikan selain menulis.Sampai saat inipun saya masih tidak bisa melepaskan ketertarikan dan kecintaan saya akan dunia pendidikan dan sosial. Hal paling membanggakan untuk saya kala itu adalah ketika 3 dari 6 orang siswa/I saya berhasil kuliah di kampus yang sama dengan saya. 
Di semester berikutnya saya juga aktif di kegiatan BEM yang juga bergerak dibidang pendidikan. Di sini saya bertemu dengan adik-adik dari kelas 1 SD sampai IX SMP dan juga peserta didik paket B dan C. Selama satu tahun setengah saya menghabiskan hari Sabtu untuk belajar, berbagi dan menginspirasi dengan adik-adik tersebut. 
Selain itu, saya juga aktif di jurusan dan juga kegiatan di luar kampus. Hal inilah yang saya lakukan dari zaman kuliah hingga saat ini. Hari Sabtu & Minggu saya habiskan dengan mengikuti kegiatan sosial. Tentunya dengan diselingi dengan nongkrong bersama teman-teman kuliah/SMA, sesekali menonton bioskop, dan juga menghabiskan waktu bersama keluarga untuk sekedar melakukan quality time. 
Ada kalanya saya menghabiskan waktu di kamar satu harian bersama ibu dan kakak saya. Ada begitu banyak cerita yang dibagi ketika melakukan quality time. Bahkan mamapun tau semua teman saya dan kakak dari mulai SD bahkan sampai kerja. Papa terserang penyakit struk dari aku lahir, sehingga beliau sedikit lebih egois dan tidak peduli dengan aku dan kakak. Sehingga dari kecil aku dan kakak lebih dekat dengan mama.  Hampir tidak ada rahasia di antara kami ber-tiga. Mama, Papa dan kakak selalu mendukung saya dalam hal apapun. Termasuk, ketika saya memilih bekerja di media dan menjadi seorang penulis. Menjadi seorang penulis, membuat saya yang tidak teliti dan ingin melakukan segala sesuatunya dengan cepat membuat saya berusaha untuk teliti, sabar dan cermat. 
Kesan pertama orang yang bertemu dengan saya, pasti menduga saya adalah orang yang sombong, jutek dan tidak peduli dengan dunia sekitar. Tapi ketika mereka mengenal saya lebih dalam, mereka akan lebih terkaget-kaget lagi karena saya tidak seperti yang mereka lihat dan pikirkan. Saya adalah orang yang heboh, jahil, dan suka bicara apa adanya. Saya tidak suka membicarakan orang dari belakang dan lebih suka mengatakannya langsung dengan orang yang bersangkutan. (PHP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s