​Difficult Roads Often Lead To Beautiful Destinantion

Difficult roads often lead to beautiful destinantion. Unknown Kutipan inilah yang menggambarkan tentang pengalaman indah dalam hidupku. Pengalaman indah itu terjadi pada tahun 2016, yaitu ketika aku akhirnya berhasil menyelesaikan studi S1ku. Namun, hal itu suatu puncak keindahan dari perjalananku untuk berjuang meraih gelar itu. 

Perjalanan yang panjang itu dimulai ketika aku gagal dalam test SBMPTN 2012, kala itu diriku benar-benar terpukul dan merasa sangat hancur. Saat itu harapanku untuk membanggakan kedua orang tua dan juga kakak semata wayangku seolah sirna begitu saja. Namun, ternya Tuhan punya  rencana indah yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Dua hari setelah aku gagal dalam  dalam SBMPTN, aku kembali mencoba untuk mengikuti seleksi masuk universitas yang justru menjadi kampusku. Bisa dibayangkan betapa pasrahnya aku ketika harus mengikuti test kala itu. Aku benar-benar tidak pernah berharap bisa lolos dalam test itu karena dengan kondisiku yang baru saja gagal dalam SBMPTN dan juga test itu sendiri yang terkenal akan soal-soalnya yang sangat susah. 
Test universitas yang aku jalani kala itu bukan satu-satunya test yang aku ikuti karena setelah gagal SBMPTN aku kembali mengikuti 4 test masuk universitas yang lain. Dalam jangka waktu 2 minggu aku sudah gagal dalam 3 test. Kecewa, pasrah dan seolah-olah tidak berharga lagi, itulah yang aku rasakan kala itu. Namun, ternyata Tuhan punya rencana yang sangat indah. Tepat pada tanggal 20 Juli 2012, ibuku secara tidak sengaja membaca koran yang menampilkan no peserta test yang berhasil lolos dalam seleksi masuk universitas yang testnya aku ikuti selang 2 hari dari kegagalanku di SBMPTN. Ibuku lalu berkata” sini mana no peserta kamu, siapa tahu kamu lolos”. Aku yang sudah sangat pasrah, kemudian memberikan no pesertaku seraya berkata” pasti ga lolos ma, besok kita daftar les persiapan ujian masuk universitas aja buat nyoba lagi tahun depan”. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan seolah tak percaya ibuku berkata” no kamu ada nak, Tuhan sudah menunjukkan kuasanya dengan membalas semua perjuanganmu selama ini”.Ya, akhirnya aku pun diterima untuk kuliah di universitas impianku tersebut. 
Masa-masa kuliah yang aku jalani juga tidak seindah yang dibayangkan. Dua bulan awal aku berkuliah di sana, aku menangis dan meminta izin kepada ibuku untuk mencoba lagi test masuk universitas lagi tahun depan karena aku merasa tidak sanggup lagi dengan semua mata kuliah di jurusanku tersebut. Lalu, dengan sabarnya ibuku berkata “boleh, kalau mau ikut test lagi. Tapi setidaknya lalui dulu kuliah semester 1 & 2 mu” dan aku pun langsung menyetujuinya.Namun, lagi-lagi Tuhan menunjukkan takdirnya yang sangat indah, IP semester 1 ku menunjukkan hasil yang cukup baik. Hal itulah yang membuatku akhirnya memutuskan untuk bertahan dan tidak jadi mengikuti ujian masuk universitas tahun depannya.
Semester 1 &2 bisa aku lalui tanpa halangan yang berarti. Akupun juga sudah mulai bisa menikmati dan menerima takdirku sebagai anak sastra. Tapi, aku hanyalah manusia biasa yang bisa kecewa dan juga tidak pernah puas. Ketika nilai mata kuliah bahasaku yang selalu berada di batas nilai minimal, aku sering kali menangis sambil berdoa kepada Tuhan seraya berkata “Tuhan, hamba terima takdir sebagai anak sastra, tapi hamba ingin memohon dua hal kepadamu, yaitu “buatlah hamba bisa lulus dengan nilai yang memuaskan dan buatlah hamba bisa bekerja di media (tempat kerja impianku)”.
Tuhan pun kemudian mengabulkan doaku, aku akhirnya bisa menyelesaikan gelar sarjanaku dalam jangka waktu 3,5 tahun dengan nilai yang memuaskan. 

Aku juga merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doaku 3,5 tahun yang lalu, yaitu aku ingin melihat kedua orang tua dan kakak semata wayangku bangga denganku. 
6 Februari 2016 hari wisudaku yang menjadi salah satu kenangan terindah dalam hidupku. Saat itulah, aku bisa melihat senyum bahagia dan bangga yang terpancar dengan jelasnya dari wajah kedua orang tua dan kakakku. Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia dan tidak berhenti-berhentinya untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan. (PHP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s