Kerikil-kerikil Kecil Menuju Kesuksesan

Enam tahun sebelum saat ini aku merasa seperti orang paling bodoh & tidak bisa di banggakan sama sekali.Enam tahun yang lalu aku harus gagal masuk SMP favorit.aku sangat sedih karna di antara semua teman-teman SDku hanya aku & dua temanku saja yang masuk ke smp yang bukan favorit.Sedangkan rata-rata teman sdku masuk SMP favorit.Pertama kali aku menginjakan kaki di smp itu aku menangis.Aku menangis karna aku menyesal kenapa aku harus masuk ke SMP yang bukan SMP favorit.Beberapa waktu setelah aku belajar di SMP itu aku sudah mulai merasa nyaman.Namun beberapa lama kemudian aku mulai tidak nyaman lagi.Karna aku mulai di ejek,di hina,di tuduh atas perbuatan yang sebenarnya tidak aku lakukan.Aku pun langsung merasa tidak nyaman sama sekali di SMP itu.Tapi akhirnya semakin lama aku di smp itu akhirnya aku mulai mendapatkan teman yang cocok,baik,tidak pernah menghinaku.Hari-hariku di smp pun mulai di warnai oleh hari-hari yang menyenangkan.Hari-hari yang tidak akan pernah dapat aku lupakan sampai kapanpun.Aku juga masih ingat hari-hari indah itu dimulai saat aku naik kelas 8.Lebih tepatnya kelas 8-1.Teman-temanku di 8-1 sangat baik.Setiap hari aku selalu bermain bersama mereka semua.Setiap hari selalu ada saja kenangan indah yang dapat aku & teman-temanku di 8-1.Waktu satu tahun di kelas 8-1 pun akhirnya berakhir.Waktu itu aku berharap semoga hari-hariku di kelas 9 lebih menyenangkan lagi di banding kelas 8-1.Namun harapanku salah.Di kelas 9 aku merasa tidak nyaman.Kadang aku mulai di hina dan di ejak seperti yang aku rasakan di kelas 7.Tapi aku berpikir untuk tidak memedulikan semua hinaan orang kepadaku.Aku hanya peduli kepada teman-teman yang memang baik dan peduli kepadaku.
          Akhirnya tiba saatnya aku harus lulus dari SMP.Setelah lulus SMP aku mengalami kegagalan ke 2.Yaitu gagal masuk SMA negeri.Aku masih ingat saat pertama kali aku meilihat nilai nemku yang begitu kecil.Waktu itu yang masuk ke dalam ruang guru untuk melihat nilai adalah ibuku.
Saat keluar ruangan ibu lalu berkata kepadaku “nilai nem kamu kecil,kamu ga bisa sekolah di Jakarta kalo mau masuk negeri”,itu satu-satunya kalimat yang keluar dari mulut ibuku setelah ia melihat nilai nemku.
Air mataku pun langsung keluar begitu saja.Aku sangat sedih karna tidak dapat sekolah di SMA negeri di Jakarta sedangkan teman-temanku yang lain memiliki nilai nem yang tinggi dan bisa sekolah di SMA negeri di Jakarta.Dari perjalanan dari SMP setelah melihat nilai nem hinggakk rumah aku terus menangis.Aku menangis karna aku merasa menyesa.Menyesal karna untuk yang ke dua kalinya aku tidak dapat membanggakan kedua orang tuaku.Dan aku pun bertekad untuk membuat kedua orang tuaku bangga suatu saat nanti.
Akhirnya tibalah hari dimana aku harus mulai ikut seleksi untuk bisa sekolah SMA negeri di bekasi.Setelah tiga hari menunggu pengumuman seleksi.Akhirnya pengumuman itu muncul.Dan di pengumuman itu terdapat seluruh nama siswa yang dapat sekolah di SMA negeri di Bekasi.Tapi di antara banyaknya nama siswa itu,tidak ada namaku.Saat itu aku mengalami kegagalan yang ke tiga yaitu gagal untuk sekolah di SMA negeri.Aku pun langsung menangis lagi untuk yang ke sekian kalinya.Dan dalam keadaan terpuruk.Ibuku bilang bahwa aku akan di sekolahkan di SMA swasta.Mendengar perkataan ibuku itu aku pun merasa sedikit lega.Walaupun aku tidak bisa bersekolah di SMA negeri.Paling tidak aku masih bisa sekolah.
Kemudian aku pun sudah bisa bangkit dari kegagalan.Aku bertekad untuk bisa masuk universitas negeri walaupun aku sekolah di SMA swasta.Lalu aku juga berharap semoga masa SMAku nanti adalah masa sekolah terindah yang pernah aku lalui.Tapi harapanku salah besar.Di SMA aku malah melalui masa sekolah terburuk yang pernah aku lewati.
Hari pertama aku sekolah di SMA,aku merasa nyaman-nyaman saja.Tapi setelah beberapa bulan aku sekolah di SMA aku mulai merasa tidak nyaman.Karna ada teman sekelasku yang jahat,menyebalkan.Sampai-sampai aku keluar dari osis.Karna teman sekelasku seperti menyuruhku keluar dari osis secara tidak langsung.
Temanku berkata “emang lo masih anak osis”.Karna satu kata itu aku keluar dari osis.Karna aku tidak ingin kehadiranku di osis lama-kelamaan malah akan menyiksa diriku sendiri.Beberapa bulan setelah keluar dari osis tibalah waktunya dimana aku harus naik ke kelas XI.
Saat aku masuk IPS ada satu ejekan teman SMPku yang membuatku merasa sangat sedih.
Dia berkata “Lo tu parah banget si pop udah SMA swasta masuk IPS pula”.
Aku pun kemudian refleks dan langsung berkata “Biarpun gw satu-satunya anak swasta dan satu-satunya anak IPS.Tapi gw juga bakal menjadi satu-satunya orang yang bisa masuk UI”.
Ya diantara ke empat teman akrabku di SMP,hanya aku yang masuk swasta dan masuk IPS.
Waktu naik kelas XI aku mengalami kegagalan yang ke empat.Kegagalannya yaitu aku tidak dapat masuk jurusan IPA dan aku pun harus masuk jurusan IPS.Saat aku tahu bahwa aku harus masuk IPS aku langsung menangis.Karna itu artinya cita-citaku untuk menjadi ahli peternakan harus di kubur dalam-dalam dan aku juga menjadi satu-satunya anak yang masuk jurusan IPS di keluargaku.Kemudian karna tidak ingin terlalu lama bersedih aku langsung mengganti cita-citaku.Cita-citaku yang baru adalah aku ingin menjadi seorang antropolog.Dan karna aku satu-satunya anak yang masuk IPS.Aku bertekad walaupun aku satu-satunya anak yang masuk IPS tapi aku harus masuk ptn favorit.

Kemudian tibalah hari dimana aku masuk kelas XI.Dari pertama kali aku masuk ke kelas itu aku sudah merasa tidak nyaman.Dan ternyata perasaanku itu benar.Hari pertama aku masuk ke kelas itu aku sudah di ledek oleh teman-teman karna aku ketika menulis catatan memakai spidol warna-warni.Tapi kemudian aku tidak memedulikan mereka semua.
Sampai tiba waktu aku masuk ke semester 2 kelas XI.Di semester 2 itulah aku merasakan masa-masa SMA terburuk.Di semester 2 aku di ejek-ejek karna suatu masalah yang sebenarnya sepele.Tapi ntah kenapa teman-temanku terlalu membesar-besarkan masalah itu.Masalah itu berawal dari kedekatanku dengan kakak kelas.Kakak kelasku itu adalah kakak dari teman sekelasku di kelas XI.
Jadi waktu itu aku sedang dekat dengan kakak kelasku itu.Bilang saja dia “X”.Ketika aku sedang dekat dengan X aku mendengar kabar bahwa ia juga sedang dekat dengan adik kelasku.Aku pun kemudian iseng untuk mencari tahu siapa yang sebenarnya di sukai “X”.Dengan menyamar sebagai temannya adik kelasku lewat sms.Kemudian saat mengaku pada “X” bahwa sebenarnya orang yang sms dia adalah aku.Si “X” pun langsung diam.
Saat itu aku kira,ketika aku mengatakan identitasku yang sebenarnya semua sudah selesai.Tapi ternyata aku salah besar.Karna “X” marah aku kerjai.Kemudian mulailah teman-teman sekelasku mengejekku.Ada satu ejekan yang masih aku ingat sampai sekarang yaitu “pasti lo malu ya?Kedok lo ke buka”.Itulah salah satu kata-kata temanku yang menurutku sangat menyakitkan.Tapi ada satu lagi ejekan “X”  yang sampai kapanpun tidak akan pernah aku dapat lupakan.Yaitu “jangan bertindak seakan lo “PSYCHO”.Tapi justru kata-kata itulah yang memotivasiku untuk menjadi orang yang sukses suatu saat nanti.
Kejadian itupun menjadi akhir masa kelas XIku.Di kelas XII aku bertekad untuk bisa masuk PTN favorit dan membuktikan bahwa orang yang di bilang “PSYCHO” oleh “X” itu tidak benar sama sekali dan biarpun aku bilang “PSYCHO” aku lebih hebat darinya.Dan satu hal yang aku syukuri  di kelas XII.Tidak ada satupun teman-temanku yang mengejekku.Jadi aku pun bisa belajar dengan keadaan kondusif.
Selama satu tahun sebelum aku mengikuti UN&tes masuk perguruan tinggi aku terus belajar dengan rajin.Aku belajar dengan rajin karna aku ingin kuliah di *PTN sehingga aku secara tidak langsung  bisa membalas semua ejekan teman-temanku.Bahkan hampir tiap hari aku belajar hingga pukul 01.00 pagi.
  
Aku masih ingat saat pertama kali aku mengira bahwa aku akan dapat membalas dendam kepada “X”.Yaitu saat aku terpilih sebagai salah satu siswa yang terpilih sebagai peserta mahasiswa undangan.Tapi ternyata aku gagal terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang masuk ptn lewat jalur undangan SNMPTN.Saat itu aku mengalami kegagalan yang ke lima.
Setelah gagal kuliah di PTN lewat jalur undangan.Aku lalu menambah lagi waktu belajarku.Karna aku tidak ingin gagal lagi.Aku tidak ingin gagal untuk yang ke sekian kalinya.Tapi kemudian aku mengalami Kegagalan yang ke enam.Kegagalan itu aku alami saat aku gagal masuk ptn lewat jalur SNMPTN tertulis.Saat itu aku merasa sangat hancur dan aku merasa seperti orang yang paling bodoh.Karna untuk yang kedua kalinya aku gagal masuk ptn.Dan di saat aku sedang merasa sangat sedih karna tidak dapat kuliah di ptn untuk yang kedua kalinya,aku harus mengikuti SIMAK.Tapi justru SIMAKlah yang menjadi awal aku bisa masuk PTN.
Ketika selesai SIMAK aku pun kemudian mengikuti tes masuk PTN yang lain.Setelah simak, 2 kali aku mengikuti tes masuk PTN dan 2 kali juga aku gagal masuk ptn.Saat itu aku mengalami kegagalan yang ke tujuh dan delapan.Tapi justru itulah akhir kegagalanku masuk PTN.
Tanggal 19 juli aku melihat pengumuman yang mengejutkan dan membuatku bangga sekaligus senang.Yaitu aku terpilih sebagai salah satu mahasiswi Universitas Indonesia jurusan sastra rusia.Kemudian rasa senang,terharu campur menjadi satu.Saat itu aku merasa bahwa delapan kali kegagalan ku sudah di ganti dengan kenikmatan yang luar biasa oleh Allah SWT.

Aku juga langsung merasa bahwa dendamku pada “X” dan teman SMP yang telah mengejekku telah terbalas secara tidak langsung.Karna aku bisa UI.
 

Satu kesimpulan yang dapat aku tarik dari kegagalan-kegagalanku : kadang kegagalan-kegagalan yang di berikan Allah kepada kita hanyalah salah satu “kerikil kecil” sebelum kita meraih kesuksesan.
Bekasi, 15 Agustus 2012

Popy Hervi Putri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s